BEM SI Kepung DPR Hari Ini, Tolak RUU TNI
- DUNIA
- Ruslan Setiadi

FOTO:
Koordinator Media BEM SI, Muhammad Anas Robbani menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI pagi ini, Kamis 20 Maret 2025.
“Aksi pagi ini pukul 09.30 WIB,” kata Anas dalam keterangannya kepada wartawan hari ini.
Berdasarkan hasil teknis lapangan yang dilakukan pada hari Rabu, 19 Maret 2025 malam, bahwa massa yang hadir dari BEM SI akan berjumlah sekitar 1.000 orang. Mereka akan tiba di sekitar DPR pagi, sebagian ada yang akan langsung masuk ke lokasi aksi di depan gerbang utama gedung Parlemen, dan sebagian akan kumpul terlebih dahulu di kawasan Senayan Park atau TVRI.
Dalam aksinya, para Mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh indonesia (BEM SI Kerakyatan) akan menyatakan penolakannya terhadap rencana DPR RI dan pemerintah untuk mengesahkan RUU TNI.
Sekadar diketahui, bahwa Komisi I DPR RI melakukan rapat dengan Badan Anggaran atau Banggar DPR RI pada hari Selasa, 18 Maret 2025. Rapat yang juga dihadiri oleh pihak pemerintah pun menyetujui untuk membawa RUU TNI ke rapat tingkat II atau Rapat Paripurna DPR RI.
Keputusan dan kesepakatan ini juga ditandatangani oleh Ketua Panja RUU TNI yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan, yakni Utut Adianto.
Pengamanan Polisi
Sementara itu, dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa oleh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di DPR RI hari ini, pihak kepolisian pun tengah mengerahkan sebanyak 5.021 personel gabungan.
Para personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan instansi terkait. Mereka semua akan ditempatkan di sejumlah titik sekitar Gedung DPR RI.
“Dalam rangka pengamanan aksi penyampaian pendapat dari mahasiswa dan beberapa aliansi, kami melibatkan 5.021 personel gabungan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/3/2025).
Susatyo menjelaskan, pengamanan dilakukan untuk mencegah massa aksi masuk ke dalam Gedung DPR RI. Sementara itu, pengarahan arus lalu lintas di depan Gedung DPR RI bersifat situasional. Rekayasa arus lalu lintas, kata Susatyo, akan diberlakukan melihat perkembangan dinamika situasi di lapangan.
Di sisi lain, Susatyo telah mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan untuk selalu bertindak persuasif, tidak memprovokasi dan terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan humanis, dan menjaga keamanan serta keselamatan.